Woensdag 29 April 2015

karakteristik,Komponen,Kategori dan Kapabilitas Sistem Pendukung Keputusan


1. karakteristik Sistem Pendukung Keputusan (Turban, E., 2005) :

Dukungan kepada pengambil keputusan, terutama pada situasi semi terstruktur dan tak terstruktur, dengan menyertakan penilaian manusia dan informasi terkomputerisasi. Masalah-masalah tersebut tidak bisa di pecahkan oleh sistem komputer lain atau oleh metode atau alat kuantitatif standar. 

o Keputusan Terstruktur : contoh : Keputusan pemesanan barang dan keputusan penagihan piutang. 

o Keputusan Semiterstruktur : Keputusan yang memiliki 2 sifat, separoh ditangani komputer sebahagian lagi tetap dilakukan oleh pengambil keputusan. Contoh : 

- Pengevaluasian Kredit, 

- Penjadwalan Produksi, 

- Pengendalian Persediaan 

o Keputusan Tidak Terstruktur : Keputusan yang penanganannya rumit karena tidak terjadi berulang-ulang atau tidak selalu terjadi. 

Contoh : 

- Pengembangan Teknologi Baru, 

- Bergabung dengan Perusahaan Lain, 

- Perekrutan Eksekutif. 
Dukungan untuk semua level manajerial, dari eksekutif puncak sampai manajer lini 

Contoh : Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Beasiswa 
Dukungan untuk semua individu dan kelompok. Masalah yang kurang terstruktur sering memerlukan keterlibatan individu dari departemen dan tingkat organisasional yang berbeda atau bahkan dari organisasi lain. 

Contoh : Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Walikota se-Nad. 

Maksudnya disini adalah dalam pemilihan ini jelas terlihat bahwa pencalonan walikota tidak hanya satu orang yang mencalonkan diri, tetapi banyak orang yang mencalonkan dirinya sebagai calon walikota. Dari hal ini kita tidak bisa memilih semuanya, akan tetapi kita harus memilih salah satu. 


Dukungan untuk keputusan independen dan atau sekuensial. Keputusan bisa di buat satu kali, beberapa kali, atau berulang (dalam interval yang sama) 

Contoh : Sistem Pendukung Keputusan Pembangunan INDOMARET. 

Maksudnya disini adalah Penyaranan terhadap lokasi pembangunan Indomaret bukan hanya pada satu lokasi, tetapi banyak lokasi misalnya: lokasi A, B, Dan C. Dan setelah dianalisa terpilihlah salah satu lokasi yang tepat sebagai lokasi Pembangunan Indomaret. Itu semua diputuskan atas dasar keputusan yang dibuat satu kali, beberapa kali, atau berulang (dalam interval yang sama). 
Dukungan di semua fase proses pengambilan keputusan: intelegensi, desain, pilihan, dan implementasi. 

- intelegensi : Pencarian kondisi yang membutuhkan keputusan (cari informasi, identifikasi objectives). 

- Desain : Mencari, membangun dan menganalisis kemungkinan solusi (manipulasi informasi, cari alternatif, beri bobot resiko/benefit pada alternatif). 

- Pilihan : Memilih satu solusi untuk diimplementasikan (pilih yg paling “baik”, statistik alternatif, jelaskan, terangkan). 

Contoh : Sistem Pendukung Keputusan Pembangunan Suzuya square 

Dukungan di berbagai proses dan gaya pengambilan keputusan. 

Gaya pengambilan = model ( Metode untuk menyelesaikan masalah ) 

Misalnya : bobot => model entropi, SPK AHP 

Contoh : SPK Lokasi pembangunan Indomaret dengan menggunakan bobot Entropi 

dan menggunakan Model SPK AHP dan Group Delphi. 


Adaptivitas sepanjang waktu. Pengambil keputusan seharusnya reaktif, bisa menghadapi perubahan kondisi secara cepat, dan mengadaptasi Sistem Pendukung Keputusan untuk memenuhi perubahan tersebut. Sistem Pendukung Keputusan bersifat fleksibel. Oleh karena itu, pengguna bisa menambahkan, menghapus, menggabungkan, mengubah, atau menyusun kembali elemen-elemen dasar. Sistem Pendukung Keputusan juga fleksibel dalam hal ini bisa di modifikasi untuk memecahkan masalah lain yang sejenis. 


Ramah pengguna, kapabilitas grafis yang sangat kuat, dan antarmuka manusia-mesin yang interaktif dengan satu bahasa alami bisa sangat meningkatkan efektivitas Sistem Pendukung Keputusan . 


Peningkatan efektivitas pengambilan keputusan (akurasi, timeliness, kualitas) ketimbang pada efisiennya (biaya pengambilan keputusan). Ketika Sistem Pendukung Keputusan disebarkan, pengambilan keputusan sering membutuhkan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik. 


Kontrol penuh oleh pengambil keputusan terhadap semua langkah proses pengambilan keputusan dalam memecahkan suatu masalah. Sistem Pendukung Keputusan secara khusus menekankan untuk mendukung pengambilan keputusan, bukannya menggantikan. 


Pengguna akhir bisa mengembangkan dan memodifikasi sendiri sistem sederhana. Sistem yang lebih besar bisa di bangun dengan bantuan ahli sistem informasi. Perangkat lunak OLAP dalam kaitannya dengan data warehouse memperbolehkan pengguna untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan yang cukup besar dan komplek. 


Biasanya, model-model di gunakan untuk menganalisis situasi pengambilan keputusan. Kapabilitas pemodelan memungkinkan eksperimen dengan berbagai strategi yang berbeda di bawah konfigurasi yang berbeda. 


Akses di sediakan untuk berbagi sumber data, format, dan tipe, mulai dari sistem informasi geografis (GIS) sampai sistem berorientasi objek. 

Contoh : Mengakses data dari berbagai sumber 

Mysql, Orade, Delphi, Vb, Java. 

Format Tipe : Mysql => 

Oracle => 


Dapat di gunakan sebagai alat standalone oleh seorang pengambil keputusan pada satu lokasi atau di distribusikan di suatu organisasi secara keseluruhan dan di beberapa organisasi sepanjang rantai persediaan. Dapat di integrasikan dengan Sistem Pendukung Keputusan lain dan atau aplikasi lain, serta bisa di distribusikan secara internal dan eksternal menggunaka networking dan teknologi Web. 

- Standalone : Komputer yang berdiri sendiri = tidak bisa diambil dari akses luar 

Contoh : SPK Rumah Sakit 

- Berbasis Web : contoh => pemilihan daerah lokasi pariwisata di Yogyakarta. 

2. Komponen-Komponen Sistem Pendukung Keputusan 

Penjelasan : 

Data Internal => contoh : Database Beasiswa 

Data Eksternal => contoh : data KTP 

Menurut Turban (2005) Komponen-komponen SPK antara lain: [2] 

Sistem Pendukung Keputusan terdiri dari empat subsistem, yaitu: 

a. Manajemen Data, meliputi basis data yang berisi data-data yang relevan dengan keadaan dan dikelola oleh perangkat lunak yang disebut dengan Database Management System (DBMS). 

Subsistem manajemen data terdiri dari : 

v DSS database 

v Database Management Syst 

v Data dictionary 

v Query facility 

b. Manajemen Model berupa sebuah paket perangkat lunak yang berisi model-model finansial, statistik, management science, atau model kuantitatif, yang menyediakan kemampuan analisa dan perangkat lunak manajemen yang sesuai. 
c. Subsistem Dialog atau komunikasi, merupakan subsistem yang dipakai oleh user untuk berkomunikasi dan memberi perintah (menyediakan user interface). 

Subsistem ini mencakup : 

v Perangkat keras dan perangkat lunak 

v Kemudahan penggunaan 

v Kemampuan untuk diakses 

v Interaksi manusia-mesin 

d. Manajemen Knowledge yang mendukung subsistem lain atau berlaku sebagai komponen yang berdiri sendiri. Beberapa metode dalam kecerdasan buatan dapat digunakan untuk keperluan tersebut. 

3. Contoh Kategori Sistem Pendukung Keputusan 

Turban (2005) mengkategorikan model sistem pendukung keputusan dalam tujuh model, yaitu:

a. Kategori masalah optimisasi dengan beberapa alternatif solusi: 

v Mencari solusi terbaik dari sejumlah kecil alternatif 

v Teknik: tabel keputusan, pohon keputusan 

v Contoh: 

– SPK Pemilihan Program Studi di Universitas (Diana & Marisca, 2006) 

( metode : AHP ) 

– SPK Penentuan Menu bagi Penderita Diabetes (Joseph, 2006) 

( metode : AHP ) 

– SPK Pemilihan Tipe Rumah (Agnes, 2007) 

( metode : Program Linier ) 

b. Kategori optimisasi menggunakan algoritma: 

v Mencari solusi terbaik dari sejumlah besar atau bahkan tak berhingga alternatif, menggunakan proses bertahap 

v Teknik: model pemrograman linear, AHP, algoritma genetika, atau model matematis lain 

v Contoh: 

– SPK penentuan jalur pemasangan kabel listrik 

( metode : CMP = Metode Critical Path ) 

– SPK penentuan jadwal kuliah 

( metode : Algoritma Koloni Sumut ) 

– SPK Penentuan Lokasi KKN (Dance, 2006) 

( metode : AHP ) 

c. Kategori optimisasi menggunakan formula analitis: 

v Mencari solusi terbaik dalam satu langkah dengan menggunakan rumus (formula) 

v Teknik: beberapa model inventori, dll 

v Contoh: 

– SPK Penentuan Harga Jual Buku di Penerbit & Percetakan (Dwianti, 1999) 

( metode : Activity Based ) 

– SPK Penggantian Armada Taksi (Sakti, 2006) 

( metode : AHP ) 

– SPK Penerimaan Siswa Baru di SMA (Purwanto, 2005) 

( metode Decision Tree ) 

d. Kategori simulasi: 

v Mencari solusi yang cukup baik (“good enough”), atau solusi terbaik dari beberapa alternatif yang dicek, menggunakan eksperimen atau coba-coba 

v Teknik: simulasi probabilistik, simulasi tergantung waktu (time dependent), simulasi tidak tergantung waktu (time independent), simulasi visual 

v Tidak menjamin ditemukannya solusi terbaik 

v Contoh: 

– SPK Penentuan Jumlah Kasir di Supermarket 

( metode : AHP ) 

– SPK Penentuan Jumlah Stok Barang 

( metode : Fuzzy ) 

– SPK Pemilihan Cat Tembok 

( metode : AHP ) 

e. Kategori heuristik: 

v Mencari solusi yang cukup baik (“good enough”) menggunakan aturan 

v Bermanfaat pada situasi di mana: 

– Persoalannya kompleks, simulasi terlalu memakan waktu 

– Ingin didapat solusi yg lebih cepat dan murah dibanding menggunakan algoritma (meskipun tidak se-”umum” spt jika menggunakan algoritma) 

v Teknik: pemrograman heuristik, sistem pakar 

v Contoh: 

– SPK Diagnosa Kerusakan Sepeda Motor 

( metode : Forward Chaining ) 

f. Kategori model deskriptif lain: 

v Mencari solusi “what-if” menggunakan formula 

v Teknik: pemodelan finansial 

v Contoh: 

– SPK Penentuan Investasi 

( metode : AHP ) 

– SPK Penentuan Anggaran Belanja 

( metode : AHP ) 


g. Kategori model prediktif: 

v Memprediksi masa mendatang untuk suatu skenario tertentu 

v Teknik: analisis Markov, model peramalan (forecasting) 

v Contoh: 

– SPK Pendirian Sekolah Dasar à dibuat berdasar prediksi jumlah penduduk yang akan masuk SD pada suatu waktu tertentu 

( metode : Forecasting ) 

4. Kapabilitas Sistem Pendukung Keputusan 

Secara umum Spk harus memiliki kemampuan untuk :

v Digunakan dengan mudah. 

v Mengakses berbagai sumber , tipe dan format data untuk berbagai permasalahan. 

Maksudnya disini adalah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, dapat dilakukannya pengeksesan diantaranya pengeksesan yang dipedomani dari berbagai sumber, tipe maupun format data. Dimana telah kita ketahui sumber tersebut merupakan referensi yang paling utama untuk mendapatkan sebuah pnyelesaian yang sempurna yang didalamnya berisikan data – data yang konkrit. Sedangkan tipe data merupakan jenis data yang ditangani oleh suatu bahasa pemrograman pada komputer. Sementara itu format data merupakan petunjuk sebuah jenis dari data yang dimaksud. 

v Mengakses berbagai kemampuan analisis dengan berbagai saran dan panduan 

Maksudnya disini adalah sebagaimana kita ketahui menurut Suherman dan Sukjaya (1990: 49) menyatakan bahwa kemampuan analisis adalah kemampuan untuk merinci atau menguraikan suatu masalah (soal) menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (komponen) serta mampu untuk memahami hubungan diantara bagian-bagian tersebut.Pengaksesan tersebut dipedomani dengan berbagai saran dan panduan yang dapat membantu penyelesaian tersebut.

Sumber : http://bersamakomputerku.blogspot.com/2013/04/karakteristikkomponenkategori-dan.html

Aplikasi Metode WP(Weighting Product) untuk Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Coding Shared - Lab Code kali ini akan mengupas salah satu metode dalam MADM (Multiple Atribute Decision Making) yaitu metode WP ( Weight Product ) yang memang diperuntukkan sebagai alat bantu untuk membuat keputusan,.
Dalam implementasinya, Metode WP ini dapat juga diterapkan dalam berbagai kasus, semisal : Perangkingan karyawan terbaik, Penentuan penerima beasiswa, rekomendasi produk elektronik tertentu, Pemilihan tempat kost dan lain sebagainya, untuk lebih jelasnya mengenai metode WP ini coba kita kupas rumus dan implementasinya yang kami ambil dari bahan ajar salah satu dosen Universitas Islam Indonesia yaitu Ibu Sri Kusumadewi dengan judul " Metode - Metode optimasi dengan Alternatif terbatas ". Berikut rumus dan contoh penggunaan dari Metode WP - MADM :










 Yang jadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana implementasi dari metode WP pada contoh di atas dalam pemrograman PHP?
OK, mari kita bahas. Untuk sementara anggap saja kita hanya mengimplementasikan study kasus di atas, jadi kita belum membutuhkan database, kecuali kalau nanti kita ingin menerapkannya menjadi sebuah aplikasi.
Untuk Study Kasus di atas maka :
  • Untuk tiap alternatif akan kita definisikan sebagai sebuah array,
  •  Nilai kriteria dan nilai alternatif disetiap kriteria akan disimpan dalam sebuah variabel array
  • Nilai W adalah nilai yang sudah ditentukan / nilai inputan kalau diterapkan dalam sebuah aplikasi. 
 Maka Script Penyelesaian untuk study kasus di atas adalah :
 // definisi alternatif sebagai array
$alternatif = array("Ngemplak","Kalasan","Kota Gede");
$jum_alternatif=count($alternatif);
// definisi kriteria sebagai array
$kriteria = array ("jarak pasar","jumlah penduduk","jarak pabrik","jarak gudang","harga tanah");
$jum_kriteria=count($kriteria);
// bobot kepentingan
$w = array(5,3,4,4,2);
// perbaikan bobot kepentingan
$totalW=5+3+4+4+2;
$wp[0]=round(($w[0]/$totalW),2);
$wp[1]=round(($w[1]/$totalW),2);
$wp[2]=round(($w[2]/$totalW),2);
$wp[3]=round(($w[3]/$totalW),2);
$wp[4]=round(($w[4]/$totalW),2);
// definisi array untuk nilai alternatif tiap kriteria
//A[x][y] -> x untuk alternatif, y untuk kriteria
$A[0][0]=0.75;$A[0][1]=2000;$A[0][2]=18;$A[0][3]=50;$A[0][4]=500;
$A[1][0]=0.50;$A[1][1]=1500;$A[1][2]=20;$A[1][3]=40;$A[1][4]=450;
$A[2][0]=0.90;$A[2][1]=2050;$A[2][2]=35;$A[2][3]=35;$A[2][4]=800;

// perhitungan vektor S
// C2 dan C4 nilai keuntungan bernilai +, C1,C3,C5 kriteria biaya bernilai -
for ($i=0;$i<$jum_alternatif;$i++)
     {
   $S[$i]=1;
   for($j=0;$j<$jum_kriteria;$j++)
   {
   if ($j==0 or $j==2 or $j==4) {$p=0-$wp[$j];} else {$p=$wp[$j];}  
   $S[$i]=$S[$i]*pow($A[$i][$j],$p);
   }
   $totalS=$totalS+$S[$i];
      }
// perhitungan vektor V
$rangkingawal=0;
for ($i=0;$i<$jum_alternatif;$i++)
     {
   $V[$i]=$S[$i]/$totalS;
   if ($V[$i]>$rangkingawal)
            {
               $rangkingawal=$V[$i]; $pilihan=$alternatif[$i];$hasil=$V[$i]; $urutan=$i;
             }
 
       }
// Hasil Akhir
echo "Hasil perangkingan yang di pilih adalah Vektor V ke-".$urutan." yaitu :
".$pilihan." dengan nilai ".$hasil."";
?>
Setelah script di atas di jalankan, maka berikut tampilan yang dihasilkan, sama persis dengan contoh kasus di atas.
Screenshot script php penentuan alternatif dengan menggunakan Metode WP - MADM
sumber : http://codingshared.blogspot.com/2014/09/aplikasi-metode-wpweighting-product.html

Pemodelan Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Definisi Model
Menurut Raymond McLeod, Jr (McLeod, 1998) adalah penyederhanaan (abstraction)dari sesuatu. Sedangkan menurut Efraim
Turban (Turban, 1998) adalah sebuah representasi atau abstraksi realitas yang disederhanakan. Karenarealitas terlalu kompleks untuk ditiru secara tepat dan karena banyak dari kompleksitas itu sebenarnya tidak relevan dalam penyelesaian masalah yang spesifik.
Representasi sistem atau masalah berdasarkan model dapat dilakukan dengan berbagai macam tingkat abstraksi, oleh karenanya model diklasifikasikan menjadi tiga kelompok menurut tingkat abstraksinya, antara lain (Turban, 1998) :
Model Iconik (Skala)
Sebuah model iconik, model abstraksi terkecil adalah replika fisik sebuah sistem, biasanya pada suatu skala yang berbeda dari aslinya. Model iconik dapat muncul pada tiga dimensi (miniatur maket), sebagaimana pesawat terbang, mobil, jembatan, atau alur produksi. Photografi adalah jenis model skala iconik yang lain, tetapi hanya dalam dua dimensi.
Model Analog
Sebuah model yang tidak tampak mirip dengan model aslinya, tetapi bersifat seperti sistem aslinya. Model analog lebih abstrak dari model iconik dan merupakan perpresentasi simbolik dari realitas. Model ini biasanya berbentuk bagan atau diagram 2 dimensi, dapat berupa model fisik, tetapi bentuk model berbeda dari bentuk sistem nyata.
Berikut beberapa contoh lain :
  • Bagan organisasi yang menggambarkan hubungan struktur otoritas, dan tanggung jawab.
  • ƒ  Sebuah peta dimana warna yang berbeda menunjukkan obyek yang berbeda misalnya sungai atau pegunungan.
  • ƒ  Bagan pasar modal yang menunjukkan pergerakan harga saham.
  • ƒ  Cetak biru dari sebuah mesin atau rumah.
Model Matematik (Quantitatif)
Kompleksitas hubungan pada banyak sistem organisasional tidak dapat disajikan secara model icon atau model analog, atau representasi semacam itu malah dapat menimbulkan kesulitan dan membutuhkan banyak waktu dalam pemakaiannya. Oleh karena itu model yang tepat dideskripsikan dengan model matematis. Sebagian besar analisis sistem pendukung keputusan dilakukan secara numerik dengan model matematis atau model quantitatif yang lain.
Manfaat Model
Sistem pendukung manajemen (Management Support System – MMS) menggunakan model karena :
  • Model memungkinkan penghematan waktu. Waktu operasi yang bertahun-tahun dapat disimulasikan dalam beberapa menit atau detik denganmenggunakan komputer.
  • Manipulasi model (perubahanvariabel-variabel atau lingkungan) adalah jauh lebih mudah daripada memanipulasi sistem nyata. Oleh karenanya eksperimentasi lebih mudah dilakukan dan tidak menggangguoperasi organisasi sehari – hari.
  • ƒBiaya analitis pemodelan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya eksperimen yangsama yang dilakukan pada sistem nyata.
  • Biaya dari kesalahan yang dibuat selama eksperimen trial-anderror jauh lebih murah jika digunakan model dibandingkan dengan sistem nyata.
  • ƒModel meningkatkan dan memperkuat pembelajaran dan pelatihan.
 sumber : https://nerims.wordpress.com/2014/03/20/pemodelan-dalam-sistem-pendukung-keputusan-spk/

Donderdag 16 April 2015

Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) – Sebelum anda mengetahui Pengertian Dan Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) alangkah baiknya jika anda mengetahui Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan (SPK) terlebih dahulu :

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) memiliki 6 karakteristik antara lain sebagai berikut :
  • Mendukung proses pengambilan keputusan yang menitik beratkan pada manajemen dengan persepsi.
  • Adanya interface manusia atau mesin dimana manusia sebagai user tetap memegang kontrol proses pengambilan keputusan.
  • Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur.
  • Memiliki kapasistas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
  • Memiliki subsistem-subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan sistem.
  • Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tahap manajemen.

Pengertian Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi terstruktur yang spesifik.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis adhoc data, pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan yang digunakan pada saat-saat yang tidak biasa. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) juga merupakan penggabungan sumber-sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan dan menjadi sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang menangani masalah-masalah semi struktur.
Dengan pengertian diatas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK) bukan merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu pengambil keputusan untuk melengkapi informasi dari data yang telah diolah secara relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengambilan keputusan dalam proses pembuatan keputusan.

Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Secara global dapat dikatakan bahwa fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengambil keputusan dengan memberikan alternatif-alternatif keputusan yang lebih banyak atau lebih baik, sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan keadaan yang dihadapi. Dengan demikian Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya. Jadi dapatlah dikatakan secara singkat bahwa tujuan Sistem Penunjang Keputusan adalah untuk meningkatkan efektivitas (do the right things) dan efesiensi (do the things right) dalam pengambilan keputusan. Walaupun demikian penekanan dari suatu Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah pada peningkatan efektivitas dari pengambilan keputusan dari pada efisiensinya.
Sumber : http://vebryexa.com/pengertian-dan-fungsi-sistem-pendukung-keputusan-spk.html

Dinsdag 14 April 2015

10 Definisi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) / Decision Support Sistem (DSS) pertama kali diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilahManagement Decision Sistem. Sistem tersebut adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan. Untuk memberikan pengertian yang lebih mendalam, akan diuraikan 10 difinisimengenai Sistem Pendukung Keputusan / Decision Support Sistem yang dikembangkan oleh beberapa ahli.

10 pendapat tentang pengertian sistem pendukung keputusan:
1. Little (1970)
Sistem pendukung keputusan adalah sebuah himpunan/kumpulan prosedur berbasis model untuk memproses data dan pertimbangan untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusannya.

2. Alter (1990) membuat definisi sistem pendukung keputusan dengan memabandingkannya dengan sebuah sistem pemrosesan data elektronik (PDE) / Electronic Data Processing tradisional dalam 5 hal :

SPK
Penggunaan :Aktif
Pengguna :Manajemen
Tujuan :Efektifitas
Time horizon :Sekarang dan masa depan
Kelebihan : Fleksibilitas

PDE
Penggunaan : Pasif
Pengguna : Operator/Pegawai
Tujuan : Efisiensi Mekanis
Time horizon :Masa Lalu
Kelebihan :Konsistensi

3. Keen (1980)

Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis komputer yang dibangun lewat sebuah proses adaptif dari pembelajaran, pola-pola penggunan dan evolusi sistem.

4. Bonczek (1980)

Sistem pendukung keputusan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang terdiri atas komponen-komponen antara lain komponen sistem bahasa (language), komponen sistem pengetahuan (knowledge) dan komponen sistem pemrosesan masalah (problem processing) yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.

5. Hick (1993)

Sistem pendukung keputusan sebagai sekumpulan tools komputer yang terintegrasi yang mengijinkan seorang decision maker untuk berinteraksi langsung dengan komputer untuk menciptakan informasi yang berguna dalam membuat keputusan semi terstruktur dan keputusan tak terstruktur yang tidak terantisipasi.

6. Man dan Watson
Sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem yang interaktif, yang membantu pengambil keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur maupun yang tidak terstruktur.

7. Moore and Chang
Sistem pendukung keputusan dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.

8. Bonczek (1980)
Sistem pendukung keputusan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang terdiri atas komponen-komponen antara lain komponen sistem bahasa (language), komponen sistem pengetahuan (knowledge) dan komponen sistem pemrosesan masalah.

9. Turban & Aronson (1998)
Sistem penunjang keputusan sebagai sistem yang digunakan untuk mendukung dan membantu pihak manajemen melakukan pengambilan keputusan pada kondisi semi terstruktur dan tidak terstruktur. Pada dasarnya konsep DSS hanyalah sebatas pada kegiatan membantu para manajer melakukan penilaian serta menggantikan posisi dan peran manajer.

10. Raymond McLeod, Jr. (1998)
Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem yang menyediakan kemampuan untuk penyelesaian masalah dan komunikasi untuk permasalahan yang bersifat semi-terstruktur.

sumber:http://jejakjari007.blogspot.com/2011/03/10-definisi-sistem-pendukung-keputusan.html